Tuesday, January 13, 2026

Cacing Pita pada Kucing: Kenapa Keluar Fragmen Kecil Seperti Beras dan Bagaimana Cara Mengobatinya dengan Drontal

 

Pemilik kucing sering panik ketika melihat benda kecil berwarna putih kekuningan, mirip butiran beras, menempel di anus kucing, di bulu sekitar ekor, atau bahkan di tempat tidur kucing. Banyak yang mengira itu sisa makanan atau belatung kecil, padahal kemungkinan besar itu adalah cacing pita.

Cacing pita pada kucing memang sering tidak terlihat utuh. Yang keluar justru fragmen-fragmen kecil, dan ini menjadi ciri khas infeksi yang tidak dimiliki jenis cacing lain.

Apa Itu Cacing Pita pada Kucing?

Cacing pita (tapeworm) adalah jenis cacing pipih dan panjang yang hidup di usus kucing. Jenis yang paling sering menginfeksi kucing rumahan adalah Dipylidium caninum, terutama pada kucing yang pernah terkena kutu.

Cacing ini menempel pada dinding usus dan menyerap nutrisi dari makanan kucing. Karena bentuknya pipih dan bersegmen, cacing pita jarang keluar dalam bentuk utuh.

Mengapa Cacing Pita Keluar dalam Bentuk Fragmen Kecil?

Cacing pita tersusun dari banyak segmen yang disebut proglotid. Setiap segmen ini berisi telur. Saat sudah matang, segmen akan lepas satu per satu dan keluar melalui anus kucing.

Inilah sebabnya pemilik kucing melihat:

  • Fragmen kecil seperti beras

  • Kadang masih bergerak

  • Bisa kering dan mengeras setelah beberapa jam

Fragmen ini sering ditemukan:

  • Menempel di anus kucing

  • Di bulu sekitar ekor

  • Di alas tidur atau lantai

Berbeda dengan cacing gelang yang bisa keluar panjang, cacing pita hampir selalu terlihat dalam bentuk potongan-potongan kecil.

Gejala Cacing Pita pada Kucing

Tidak semua kucing menunjukkan gejala berat, tetapi tanda yang sering muncul antara lain:

  • Ada fragmen putih kecil di anus atau feses

  • Kucing sering menjilat atau menggesekkan pantat ke lantai

  • Nafsu makan meningkat tetapi berat badan tidak naik

  • Bulu tampak kusam

  • Kadang disertai diare ringan

Pada infeksi berat, kucing bisa menjadi kurus dan lemas karena nutrisi terus diambil oleh cacing.

Penyebab Cacing Pita pada Kucing

Penyebab utama cacing pita pada kucing adalah kutu. Telur cacing pita hidup di dalam tubuh kutu. Saat kucing menjilat tubuhnya dan menelan kutu tersebut, larva cacing masuk ke usus dan tumbuh menjadi cacing pita dewasa.

Karena itu, mengobati cacing pita tanpa memberantas kutu sering kali gagal, karena kucing bisa terinfeksi ulang.

Drontal: Obat Cacing Pita yang Efektif untuk Kucing

Untuk cacing pita, obat cacing biasa tidak mempan. Dibutuhkan obat dengan kandungan khusus, dan salah satu yang paling umum direkomendasikan dokter hewan adalah Drontal.

Drontal adalah obat cacing khusus hewan yang mengandung:

  • Praziquantel → sangat efektif membunuh cacing pita

  • Pyrantel pamoate → untuk cacing gelang dan tambang

Kombinasi ini membuat Drontal menjadi obat cacing spektrum luas, cocok untuk kucing yang tidak diketahui pasti jenis cacingnya.

Cara Kerja Drontal pada Cacing Pita

Praziquantel bekerja dengan merusak sistem saraf dan struktur tubuh cacing pita. Akibatnya, cacing akan mati dan dicerna di dalam usus, sehingga sering kali tidak terlihat keluar dalam bentuk fragmen setelah pengobatan. Ini normal dan justru menandakan obat bekerja.

Dosis Drontal untuk Kucing

Secara umum:

  • Drontal tablet untuk kucing diberikan 1 tablet untuk ±4 kg berat badan

  • Diberikan satu kali dosis

Tablet bisa dipatahkan sesuai berat badan kucing. Obat dapat diberikan langsung ke mulut atau dicampur dengan sedikit makanan basah.

Untuk infeksi berat atau risiko reinfeksi, dokter hewan biasanya menyarankan pengulangan setelah 2–3 minggu.

Penting: Obati Kutu Bersamaan

Pengobatan cacing pita tidak akan tuntas jika kutu tidak diberantas. Setelah memberikan Drontal, penting untuk:

  • Memberikan obat anti-kutu

  • Membersihkan alas tidur kucing

  • Menjaga kebersihan lingkungan

Tanpa langkah ini, cacing pita bisa muncul kembali meskipun obat sudah diberikan dengan benar.

Apakah Cacing Pita pada Kucing Menular ke Manusia?

Cacing pita jenis Dipylidium caninum bisa menular ke manusia, terutama anak-anak, tetapi penularannya tidak langsung dari kucing. Penularan terjadi jika manusia tidak sengaja menelan kutu yang terinfeksi.

Karena itu, menjaga kucing bebas kutu bukan hanya untuk kesehatan kucing, tetapi juga untuk keamanan keluarga.

Kesimpulan

Fragmen kecil seperti beras yang keluar dari anus kucing adalah tanda khas cacing pita. Kondisi ini tidak bisa diatasi dengan obat cacing biasa. Drontal, dengan kandungan praziquantel, merupakan pilihan yang efektif dan aman jika diberikan sesuai dosis.

Namun, pengobatan tidak akan berhasil maksimal tanpa mengatasi kutu sebagai sumber utama infeksi. Dengan penanganan yang tepat dan menyeluruh, kucing bisa pulih dan terhindar dari infeksi ulang.

No comments:

Post a Comment

Cara Kucing Menentukan Tempat Tidurnya

 Kucing dikenal sebagai hewan yang bisa tidur hingga 12–16 jam sehari. Menariknya, tempat tidur kucing tidak selalu berupa kasur khusus atau...