Banyak pemilik kucing berada di situasi yang sama: kucing terlihat kurus, perut membuncit, muntah cacing, atau nafsu makan turun drastis, sementara akses ke dokter hewan tidak selalu mudah. Di saat seperti ini, muncul pertanyaan yang sering dicari di Google: apakah obat cacing manusia bisa diberikan untuk kucing?
Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Beberapa obat cacing manusia memang pernah digunakan pada kucing, tetapi hanya jenis tertentu dan dengan dosis yang sangat berbeda. Kesalahan memilih obat atau takaran justru bisa berakibat fatal.
Mengapa Kucing Sangat Sensitif terhadap Obat Cacing Manusia
Tubuh kucing memproses obat dengan cara yang berbeda dibanding manusia. Hati kucing jauh lebih sensitif, sehingga zat yang relatif aman bagi manusia bisa menjadi racun bagi kucing. Inilah sebabnya banyak kasus kucing keracunan obat terjadi karena niat menolong yang salah arah.
Karena itu, obat cacing manusia hanya boleh dipertimbangkan dalam kondisi darurat, ketika obat hewan tidak tersedia, dan jenisnya benar-benar aman.
Satu-satunya Obat Cacing Manusia Cair yang Relatif Aman untuk Kucing
Di antara berbagai obat cacing manusia, pyrantel pamoate dalam bentuk cair (sirup) adalah yang paling sering direkomendasikan oleh dokter hewan sebagai alternatif darurat. Zat ini bekerja melumpuhkan cacing di saluran pencernaan, sehingga cacing akan keluar bersama feses tanpa diserap tubuh kucing.
Obat ini efektif untuk cacing gelang dan cacing tambang, dua jenis cacing yang paling sering menyerang kucing rumahan maupun kucing liar. Namun perlu dicatat, pyrantel tidak efektif untuk cacing pita, sehingga tidak bisa dianggap sebagai solusi untuk semua jenis infeksi cacing.
Dosis Aman Obat Cacing Cair Pyrantel untuk Kucing
Dosis pyrantel pamoate untuk kucing bukan mengikuti dosis manusia, melainkan dihitung berdasarkan berat badan. Standar yang umum digunakan adalah sekitar 10 mg pyrantel per kilogram berat badan kucing.
Sebagian besar sirup pyrantel manusia mengandung 50 mg per mililiter, sehingga secara praktis dosisnya menjadi sekitar 0,2 ml per kilogram berat badan kucing. Kucing dengan berat dua kilogram, misalnya, hanya memerlukan sekitar 0,4 ml saja.
Obat ini diberikan satu kali, lalu diulang kembali setelah 14 hari untuk membasmi telur cacing yang menetas kemudian. Pemberian bisa langsung ke mulut menggunakan spuit kecil, atau dicampurkan ke sedikit makanan basah selama dipastikan habis.
Obat Cacing Manusia yang Justru Berbahaya bagi Kucing
Tidak sedikit pemilik kucing yang keliru mengira semua obat cacing manusia aman digunakan. Faktanya, beberapa obat justru sangat berbahaya. Albendazole dan mebendazole, misalnya, dapat menyebabkan kerusakan hati dan gangguan darah pada kucing. Levamisole dan ivermectin dosis manusia bahkan berisiko menimbulkan gangguan saraf hingga kematian.
Karena itu, jika kandungan obat bukan pyrantel pamoate, sebaiknya jangan diberikan pada kucing tanpa pengawasan dokter hewan.
Kondisi Kucing yang Tidak Boleh Diberi Obat Cacing Manusia
Anak kucing yang masih sangat muda, kucing yang sedang sakit parah, mengalami diare berat, muntah terus-menerus, atau sedang dalam masa pemulihan dari infeksi virus sebaiknya tidak diberi obat cacing manusia sama sekali. Pada kondisi ini, risiko efek samping jauh lebih besar dibanding manfaatnya.
Begitu pula pada kucing hamil atau menyusui, pemberian obat sembarangan bisa membahayakan induk dan anaknya.
Pilihan Terbaik Tetap Obat Cacing Khusus Hewan
Meski pyrantel pamoate cair manusia relatif aman, pilihan terbaik tetaplah obat cacing khusus kucing yang diformulasikan dengan dosis presisi. Harga obat cacing hewan saat ini juga relatif terjangkau, dan risikonya jauh lebih kecil dibanding mencoba-coba obat manusia.
Jika kucing menunjukkan tanda seperti muntah cacing, perut membesar, atau berat badan tidak naik meski makan banyak, pemberian obat cacing yang tepat sejak awal bisa menyelamatkan nyawanya.
Kesimpulan
Obat cacing manusia tidak boleh digunakan sembarangan untuk kucing. Dari sekian banyak jenis, hanya pyrantel pamoate cair yang relatif aman, itu pun dengan dosis yang sangat terbatas dan hanya untuk kondisi tertentu. Kesalahan memilih obat atau takaran bisa berakibat serius.
Merawat kucing bukan hanya soal niat baik, tetapi juga soal pengetahuan yang benar. Sedikit kehati-hatian hari ini bisa mencegah penyesalan di kemudian hari.
No comments:
Post a Comment