Friday, January 2, 2026

Mbutul, Kucing Mujair Tanpa Ekor yang Berteman dengan Tikus

 Di antara puluhan kucing yang pernah hadir dalam hidup saya, Mbutul selalu punya tempat tersendiri. Ia kucing mujair, tanpa ekor, tubuhnya kecil, geraknya gesit, dan caranya memandang dunia seperti tidak pernah merasa perlu curiga berlebihan.

Yang membuat Mbutul benar-benar berbeda adalah hubungannya dengan tikus.

Bukan diburu.
Bukan dikejar.
Tapi justru ditemani.

Awalnya Saya Tidak Percaya

Suatu hari saya melihat pemandangan yang terasa sulit dijelaskan dengan logika:
Mbutul sedang makan, dan seekor tikus kecil ikut mendekat. Tidak lari, tidak panik, tidak terburu-buru. Bahkan di beberapa kesempatan, mereka berada di area yang sama, seolah berbagi ruang makan.

Sebagai pemilik kucing, reaksi pertama tentu kaget dan waspada. Tapi Mbutul tetap tenang. Tidak ada gerakan mengendap, tidak ada tatapan berburu, tidak ada agresi. Ia makan seperti biasa.

Dan tikus itu pun tahu batasnya.

Naluri yang Tidak Selalu Sama

Mbutul tetap kucing, dengan naluri alaminya. Tapi ia tumbuh di lingkungan yang penuh kucing lain, penuh dinamika, dan mungkin penuh pelajaran. Seolah ia belajar bahwa tidak semua yang kecil harus diburu, dan tidak semua yang berbeda adalah ancaman.

Tikus itu juga tampak memahami situasi. Ia tahu kapan mendekat, kapan menjauh. Tidak ada perebutan, tidak ada dominasi. Hanya dua makhluk hidup yang sama-sama lapar, berada di ruang yang sama untuk sesaat.

Tanpa Ekor, Tapi Tetap Seimbang

Mbutul tidak memiliki ekor, sesuatu yang bagi kucing biasanya penting untuk keseimbangan dan komunikasi. Tapi ia tetap bisa berlari, melompat, dan membaca situasi dengan caranya sendiri. Kekurangan fisik tidak membuatnya canggung atau tertekan.

Ia tidak agresif, tidak juga penakut. Ia memilih jalan yang tenang, adaptif, dan apa adanya.

Melihat Mbutul, saya belajar bahwa karakter kucing tidak selalu bisa dijelaskan oleh teori atau insting semata. Lingkungan, rasa aman, dan pengalaman punya peran besar dalam membentuk perilaku mereka.

Tentang Hidup Berdampingan

Persahabatan Mbutul dengan tikus mungkin tidak berlangsung lama, atau mungkin hanya terjadi di momen-momen tertentu. Tapi dari situ saya belajar satu hal sederhana:
bahkan di dunia hewan, hidup berdampingan itu bisa terjadi, selama tidak ada rasa terancam.

Mbutul tidak merasa perlu membuktikan dirinya sebagai pemburu. Tikus tidak merasa perlu lari secepat mungkin. Keduanya hanya menjalani hidup, sebentar, dalam ruang yang sama.

Dan saya, yang menyaksikan semua itu, hanya bisa diam dan belajar.

No comments:

Post a Comment

Kisaran Harga Vaksin Kucing di Indonesia: 2-in-1, 3-in-1, 4-in-1, dan Tips Perawatan

 Merawat kucing sehat tidak hanya soal makanan bergizi dan lingkungan nyaman. Salah satu langkah paling penting adalah vaksinasi rutin . Nam...